Custom Search

Wednesday, January 21, 2009

Pemanfaatan Teknik Pelilinan Pada Buah yang Baru Di Panen.


Pemanfaatan Teknik Pelilinan Pada Buah yang Baru Di Panen. Biasanya dilakukan pada buah yang ingin di Ekspor dan di Impor.

Tujuan Pelilinan
Selain untuk memperbaiki penampilan kulit buah, pelilinan bertujuan untuk memperpanjang daya simpan, mencegah sust bobot buah, menutup luka atau goresan kecil, mencegah timbulnya jamur, mencegah busuk dan mempertahankan warna. Biasanya pelilinan akan diikuti dengan pemberian fungisida.
Macam Bahan Untuk Pelilinan
Pelilinan tradisional dilakukan dengan menggunakan minyak biji kapas atau minyak kacang, namun sekarang jarang digunakan. Yang umum digunakan adalah menggunakan emulsi lilin. Lilin (wax) merupakan ester dari asam lemak berantai panjang dengan alkohol monohidrat berantai panjang atau sterol. Lilin yang digunakan untuk pelapisan harus memenuhi beberapa persyaratan yaitu: tidak mempengaruhi bau dan rasa buah, cepat kering, tidak lengket, tidak mudah pecah, mengkilap dan licin, tipis, tidak mengandung racun, harga murah dan mudah diperoleh.
Jenis-jenis lilin yang bisa dipakai:
v Lilin Carnuba
Berasal dari pohon palem (Copernica cerifer) Bentuk fisik keras dan kedap air. Sering digunakan karena harganya murah, mudah dipakai tetapi daya kilapnya rendah.
v Shellac
Menghasilkan daya kilpa terbaik namun mudah memucat/memutih bila disimpan dalam ruangan pendingin (cold storage). Merupakan jenis lilin yang paling popular digunakan meskipun harganya relatif mahal. Umumnya digunakan untuk ekspor ke Jepang.
v Lilin lebah (Cera vlava)
v Lilin tebu
v Spermaceti
v Lilin Buah Komersial (Decco Wax Lustr Wax 231, Semperfresh)
Teknik Pelilinan
Lilin diberikan dalam bentuk emulsi. Penggunaan emulsi lilin dalam air lebih aman dibandingkan pelarut jenis lain yang mudah terbakar. Emulsi lilin dalam air dapat langsung digunakan tanpa harus mengeringkan buah terlebih dahulu. Emulsi lilin hendkanya menggunakan air suling/aquades, tidak boleh menggunakan air sadah karena garam-garam yang terkandung dalam air sadah akan merusak emulsi lilin. Bahan pengemulsi yang biasa digunakan adalah trietanolamina (TEA) dan asam oleat.
Konsentrasi lilin yang digunakan untuk buah jeruk berkisar 4%-12%. Pembuatan emulsi dengan pengemulsi TEA dan asam oleat menggunakan perbandingan lilin:TEA:asam oleat, 6:2:1. Misalnya untuk pembuatan emulsi lilin 6%, dibutuhkan 60% lilin, 20% TEA dan 10% asam oleat. Jumlah air (Aquades) yang ditambahkan adalah hasil pengurangan 1.000 ml – (60+20+10) = 910 ml aquadest.




Pembuatan campuran lilin adalah sebagai berikut:
o Sebelum aplikasi pelilinan, buah jeruk dicuci bersih dengan busa lembut untuk menghilangkan kotoran-kotoran pada permukaan kulit, kemudian ditiriskan hingga kering.
o Fungisida dapat diberikan sebelum pelilinan dengan pencelupan buah dengan benomil 0.1% dan tribendazole (TBZ) 0.1% selama 30detik atau campurkan langsung pada emulsi lilin.
o Buah harus dalam keadaan kering saat akan dililin. Aplikasi pelilinan pada buah dapat dilakukan dengan cara penyemprotan, pencelupan, penyikatan dan pemberian dalam bentuk foam.
o Teknik yang paling popular atau komersial adalah penyemprotan dengan tekanan rendah. Pada skala besar digunakan mesin yang dirancang khusus dan dioperasikan dengan komputer, sehingga pelilinan lebih efektif dan efisien. Untuk satu ton buah hanya dibutuhkan 1.5 liter lilin. Setelah pelilinan, buah ditiriskan terlebih dahulu sebelum disimpan atau dipasarkan. Pelilinan biasanya dibarengi dengan penyimpanan suhu rendah untuk memperpanjang daya simpan buah.
Sumber: Lolit Jeruk 2004
Dulu, buah impor hanya bisa dibeli oleh mereka yang berkantong tebal. Membeli buah impor malah kerap disangkutkan dengan prestise. Tapi sekarang, buah impor terlihat lebih merakyat.
Tak hanya di supermarket atau toko swalayan, buah impor kini makin mudah ditemui di kios-kios buah di pinggir jalan. Soal harga, terkadang buah lokal pun kalah bersaing. Tetapi, tahukah Anda perlakuan apa saja yang telah dialami buah impor sebelum sampai ke tangan pembeli di Indonesia?
''Di negeri asalnya, begitu selesai dipanen, buah akan dimasukkan ke gudang. Bisa jadi yang dilepas lebih dulu ke pasar adalah buah hasil panen musim sebelumnya. Itulah sebabnya mengapa sering ditemui apel yang tampak segar di kulitnya namun berdaging kecokelatan,'' urai Ketua Pusat Kajian Buah Tropika, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr Sobir.
Buah hasil panen terdahulu itu kemungkinan besar diawetkan terlebih dulu sebelum dikirim ke negara tujuan. Biasanya, buah tersebut dilapisi dengan sejenis parafin. ''Lapisan lilin ini akan menghambat penguapan saat proses pembusukan buah berlangsung,'' imbuh Sobir.
Lapisan lilin biasanya ditemui pada buah impor seperti jeruk, apel, pear, dan mangga. Tidak cuma untuk memperpanjang usia buah, pelilinan juga memiliki tujuan estetika. ''Lilin akan membuat buah tampak lebih segar dan mengkilat,'' kata Sobir.
Di beberapa negara, teknik pelilinan sebetulnya sudah dilarang. Namun, tak pasti benar alasannya. Ada pula negara yang mensyaratkan jenis parafin tertentu saja yang boleh digunakan. ''Indonesia tidak memiliki aturan tentang hal ini,'' ujar Sobir.
Untuk buah apel, pelilinan biasanya dilakukan segera setelah pemetikan dan pencucian. Dengan begitu, apel akan lebih tahan lama di gudang. ''Soal pelilinan, terkadang eksportir melakukannya sebelum pengiriman,'' ungkap Sobir.
Pelilinan tidak begitu sering ditemui pada pear. Negara penghasil biasanya mengekspor pearnya karena kelebihan produksi. ''Itu pula yang membuat harga pear menjadi murah,'' urai Sobir.
Selain penggunaan lilin, pemakaian pestisida juga mengancam konsumen buah impor. Sebelum panen tiba, semprotan pestisida lazim dipergunakan di perkebunan non organik. Alhasil, ketika dipetik, pestisida masih menempel di kulit buah. ''Sayangnya, Indonesia tidak bisa melarang pemakaian pestisida untuk buah impor lantaran ketidakmampuan memenuhi standar serupa untuk produk buah dalam negerinya,'' sesal Sobir.
Buah impor yang rawan kandungan pestisida adalah anggur. Tomat dan paprika hasil panen dalam negeri, kata Sobir, juga kerap tercemar pestisida. ''Tetapi, pada umumnya buah lokal justru lebih aman karena bisa dikatakan berasal dari perkebunan semi organik.''
Tips membeli
Ketiga risiko tadi -- bukan hasil panen teranyar, pelilinan, serta pemakaian pestisida -- menghantui penikmat buah impor. Lantas bagaimana caranya agar tidak terkecoh dengan tampilan segar buah impor? ''Teliti dulu sebelum membeli,'' saran Sobir.
Ingin membeli apel? Sebaiknya perhatikan dulu musim apa sekarang di Amerika Serikat. Jika di sana sudah masuk musim dingin tunda beli apel. Jangan membeli bertepatan dengan awal panen di sana. ''Biasanya, yang dijual di Indonesia adalah apel yang sudah digudangkan untuk beberapa waktu,'' cetus Sobir.
Lantas, jangan membeli hanya karena tampilan buah yang mengkilat. Sekilas, mungkin buah impor itu terlihat lebih segar dari buah sejenis lainnya. Tetapi, bisa jadi itu hanyalah kesan yang ingin dihadirkan oleh pengimpor buah. ''Hindari membeli buah yang mengkilat,'' cetus Sobir.
Selain mewaspadai kilatan kulit buah, konsumen juga mesti memerhatikan fisik buah secara lebih teliti. Pastikan tidak ada bercak-bercak putih pada buah yang hendak dibeli. ''Bercak putih ini menandakan tingginya kadar pestisida yang terpapar pada buah, misalnya pada apel impor dan tomat lokal,'' ungkap Sobir.
Jika memang buah impor yang menjadi pilihan, Sobir menyarankan agar konsumen cermat dalam membersihkan. Sebelum disimpan, buah harus dibersihkan terlebih dahulu. Perlakuan antara buah yang tercemar pestisida berbeda dengan buah yang diberi lilin pelapis. ''Berbeda dengan pestisida, lilin tidak larut dalam air,'' tutur Sobir.
Pestisida yang menempel pada kulit buah anggur, misalnya, bisa dihilangkan dengan mudah. Itu karena sifat pestisida yang larut dalam air. ''Cukup diguyur dengan aliran air, pestisidanya akan rontok,'' kata Sobir.
Sementara itu, perlakuan terhadap buah yang diberi lapisan lilin jauh lebih merepotkan. Buah harus dicuci dengan menggunakan sabun. ''Tanpa sabun, mustahil lapisan minyak pada lilin pelapis bisa luntur,'' papar Sobir.
Setelah dicuci bersih, buah harus dikeringkan. Jika sudah kering, simpanlah di lemari pendingin. ''Bungkuslah buah dalam plastik dengan porsi sesuai kebutuhan. Plastik penyimpan sebaiknya tidak sering dibuka tutup, sehingga buah akan segar lebih lama,'' urai Sobir.
(rei )
Bagi negeri kita yang sepanjang tahun panas dengan kelembaban tinggi, buah tomat mengalami respirasi yang tinggi, sehingga tanamannya cepat berbuah dan cepat
pula masak. Bahkan proses respirasi ini terus berlangsung ketika buah telah dipetik dari pohonnya.

Namun di tempat ini kelembabannya tinggi karena barang-barang yang mudah
menguap juga tersimpan di sini, sehingga proses respirasi tidak dapat dihambat dengan baik.

Untuk mengatasinya, kurangi timbunan produk-produk respirasi. Penghambatan ini dapat dilakukan dengan berbagai cara. Buah-buah tomat impor yang kita dapati di
beberapa supermarket biasanya dibungkus dengan plastik polyethilen. Cara ini cukup baik, karena cukup efektif menekan pembentukan CO2 dan H2O.

Cara paling mudah, murah, dan aman bagi tomat-tomat dalam negeri adalah adalah menyimpannya dalam kotak kayu yang higroskopis sehingga dapat menyerap H2O
dan di bagian bawahnya diberi kapur tohor atau Ca(OH)2 untuk mengikat CO2, serta
disimpan di tempat yang kering dan teduh. Bila buah tomat yang disimpan masih berwarna kehijau-hijauan, penyimpanan dengan cara ini dapat menahan kesegaran buah tomat sampai 2 minggu.



Contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Guru Pengajar. [ MATEMATIKA ]

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)



Sekolah : SMP ….
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas / Semester : VII (tujuh) / 2


Standar Kompetensi : 5. Memahami hubungan garis dengan garis, garis dengan sudut,
serta meentukan ukurannya.

Kompetensi Dasar : 5.1 Menentukan hubungan antara dua garis, serta besar dan jenis
sudut.
Indikator : 1. Menjelaskan kedudukan dua garis (sejajar, berimpit,
berpotongan, bersilangan) melalui benda kongkrit.
Mengenal satuan sudut yang sering digunakan.
Mengukur besar sudut dengan busur derajat.
Menjelaskan perbedaan jenis sudut (siku, lancip, tumpul)
Alokasi Waktu : 6 jam pelajaran ( 3 pertemuan)


Tujuan Pembelajaran
a. Siswa dapat menjelaskan kedudukan dua garis
b. Siswa dapat menggunakan satuan sudut
c. Siswa dapat mengukur besar sudut dengan menggunakan busur derajat
d. Siswa dapat membedakan jenis-jenis sudut.

Materi Ajar
e. Hubungan antara dua garis
f. Mengukur besar sudut
g. Jenis-jenis sudut

Metode Pembelajaran
Diskusi kelompok, demontrasi, dan penemuan

Langkah-langkah kegiatan
Pertemuan pertama
Pendahuluan
Apersepsi : Mengingat kembali tentang pengertian garis.
Motivasi : Apabila materi ini dikuasai dengan baik, maka akan dapat
membantu siswa dalam menyelesaikan masalah sehari-hari.



Kegiatan Inti
a. Dengan berdialog, siswa diminta menyebutkan beberapa contoh bangun yang
berbentuk garis yang terdapat di dalam kelas.
b. Guru dan siswa mendiskusikan tentang kedudukan dua garis dan sifat-sifatnya.
c. Siswa mengerjakan tugas latihan soal-soal tentang kedudukan dua garis yang
terdapat pada buku sumber (karangan …., halaman ….., latihan ….. nomer …)

Penutup
a. Dengan bimbingan guru, siswa diminta membuat rangkuman
b. Siswa dan guru melakukan refleksi
c. Guru memberikan tugas (PR)


Pertemuan Kedua
Pendahuluan
Apersepsi : a. Membahas PR.
b. Mengingat kembali tentang pengertian sudut
Motivasi : Banyak kegiatan sehari-hari yang berkaitan dengan sudut.

Kegiatan Inti
a. Siswa dikondisikan dalam beberapa kelompok diskusi dengan masing-masing
kelompok terdiri dari 3 - 5 orang.
b. Dengan berdiskusi dalam kelompok masing-masing, siswa diharapkan dapat:
1. menyebutkan beberapa contoh bangun berbentuk sudut yang terdapat di
dalam kelas.
2. menentukan satuan sudut yang sering digunakan.
c. Masing-masing kelompok diminta menyampaikan hasil diskusinya, sedangkan
kelompok yang lain menanggapi.
d. Dengan demontrasi, guru menunjukkan cara mengukur besar sudut dengan
menggunakan busur derajat.
e. Siswa diminta menggambar sebuah sudut, kemudian teman sebangkunya
diminta mengukur besar sudut tersebut dengan menggunakan busur derajat.
f. Siswa mengerjakan tugas latihan soal-soal tentang sudut yang terdapat pada
buku sumber (karangan …., halaman ….., latihan ….. nomer …).

Penutup
a. Dengan bimbingan guru, siswa diminta membuat rangkuman
b. Siswa dan guru melakukan refleksi
c. Guru memberikan tugas (PR)

Pertemuan Ketiga
Pendahuluan
Apersepsi : Mengingat kembali tentang pengertian
Motivasi : Konsep tentang sudut banyak dipaki dalam kehidupan sehari-hari.



Kegiatan Inti
a. Dengan teman sebangku, siswa berdiskusi tentang jenis-jenis sudut.
b. Beberapa siswa diminta menyampaikan hasil diskusinya, sedangkan kelompok lain
menanggapi.
c. Dengan bimbingan guru, siswa membuat kesimpulan tentang jenis-jenis sudut.
d. Siswa mengerjakan tugas latihan soal-soal tentang jenis-jenis sudut yang terdapat
pada buku sumber (karangan …., halaman ….., latihan ….. nomer …).

Penutup
a. Dengan bimbingan guru, siswa diminta membuat rangkuman
b. Siswa dan guru melakukan refleksi
c. Guru memberikan tugas (PR)

Alat dan Sumber Belajar
Buku teks, penggaris, busur derajat, model-model segitiga

Penilaian
Teknik : kuis, tes
Bentuk Instrumen : Pertanyaan lisan dan tertulis.
Contoh Instrumen :
1. Manakah yang sejajar, berpotongan dan bersilangan dari masalah kontekstual
berikut : a) Jalan layang
b) Dua jalan yang bertemu di persimpangan
c) Tapak dua ban mobil di jalan tanah yang basah

2. Gunakan busur derajat untuk mengukur besar sudut-sudut berikut ini

i) ii) iii)





3. Sebutkan jenis-jenis sudut pada soal nomor 2.



Mengetahui ..........................,..........200....
Kepala Sekolah...... Guru Mata Pelajaran ..............




.............................. ............................................
NIP/NRK............... NIP/NRK..........................

Kilas Balik Standar Pendidikan

Standar Nasional Pendidikan adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Standar Nasional Pendidikan terdiri dari :

· Standar Kompetensi Lulusan
Standar Kompetensi Lulusan untuk satuan pendidikan dasar dan menengah digunakan sebagai pedoman penilaian dalam menentukan kelulusan peserta didik.

Standar Kompetensi Lulusan tersebut meliputi standar kompetensi lulusan minimal satuan pendidikan dasar dan menengah, standar kompetensi lulusan minimal kelompok mata pelajaran, dan standar kompetensi lulusan minimal mata pelajaran.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No 23 Tahun 2006 menetapkan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Lampiran Permen ini meliputi:
· SKL Satuan Pendidikan & Kelompok Mata Pelajaran
· SKL Mata Pelajaran SD-MI
· SKL Mata Pelajaran SMP-MTs
· SKL Mata Pelajaran SMA-MA
· SKL Mata Pelajaran PLB ABDE
· SKL Mata Pelajaran SMK-MAK

Pelaksanaan SI-SKL

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No 24 Tahun 2006 menetapkan tentang pelaksanaan standar isi dan standar kompetensi lulusan untuk satuan pendidikan dasar dan menengah.

Panduan Penyusunan KTSP

Buku Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah ini dimaksudkan sebagai pedoman sekolah/madrasah dalam mengembangkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah. Sebagaimana ketentuan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, setiap sekolah/madrasah mengembangkan kurikulum berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dan Standar Isi (SI) dan berpedoman kepada panduan yang ditetapkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Panduan Penyusunan KTSP terdiri atas dua bagian, yaitu bagian pertama berupa Panduan Umum dan bagian kedua berupa Model KTSP.

Satuan Pendidikan yang telah melakukan uji coba kurikulum 2004 secara menyeluruh diperkirakan mampu secara mandiri mengembangkan kurikulumnya berdasarkan SKL, SI dan Panduan Umum. Untuk itu Panduan Umum diterbitkan lebih dahulu agar memungkinkan satuan pendidikan tersebut, dan juga sekolah/madrasah lain yang mempunyai kemampuan, untuk mengembangkan kurikulum mulai tahun ajaran 2006/2007.

Bagian kedua Panduan Penyusunan KTSP akan segera menyusul dan diharapkan akan dapat diterbitkan sebelum tahun ajaran baru 2006/2007. Waktu penyiapan yang lebih lama disebabkan karena banyaknya ragam satuan pendidikan dan model kurikulum yang perlu dikembangkan. Selain dari pada itu, model kurikulum diperlukan bagi satuan pendidik yang saat ini belum mampu mengembangkan kurikulum secara mandiri. Bagi satuan pendidikan ini, mempunyai waktu sampai dengan tiga tahun untuk mengembangkan kurikulumnya, yaitu selambat-lambatnya pada tahun ajaran 2009/2010.

Perubahan Permen No 24 Tahun 2006

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No 6 Tahun 2007 tentang Perubahan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.

· Standar Isi
Standar Isi
Standar Isi mencakup lingkup materi minimal dan tingkat kompetensi minimal untuk mencapai kompetensi lulusan minimal pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu.

Standar isi tersebut memuat kerangka dasar dan struktur kurikulum, beban belajar, kurikulum tingkat satuan pendidikan, dan kalender pendidikan.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, menetapkan:
· Standar Isi
· Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar (SD-MI, SDLB, SMP-MTs, SMPLB, SMA-MA, SMALB, SMK-MAK)

Standar Isi Kesetaraan

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No 14 Tahun 2007 tentang Standar Isi untuk Program Paket A, Program Paket B dan Program Paket C

· Standar Proses
Standar Proses
Proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Selain itu, dalam proses pembelajaran pendidik memberikan keteladanan.

Setiap satuan pendidikan melakukan perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, penilaian hasil pembelajaran, dan pengawasan proses pembelajaran untuk terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan efisien.

Berikut ini, Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia yang berkaitan dengan Standar Proses Pendidikan.
· Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.
· Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No 3 Tahun 2008 tentang Standar Proses Pendidikan Kesetaraan Program Paket A, Program Paket B, dan Program Paket C.


· Standar Pendidikan dan Tenaga Kependidikan
Pendidik harus memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.

Kualifikasi akademik yang dimaksudkan di atas adalah tingkat pendidikan minimal yang harus dipenuhi oleh seorang pendidik yang dibuktikan dengan ijazah dan/atau sertifikat keahlian yang relevan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Kompetensi sebagai agen pembelajaran pada jenjang pendidikan dasar dan menengah serta pendidikan anak usia dini meliputi:
· Kompetensi pedagogik;
· Kompetensi kepribadian;
· Kompetensi profesional; dan
· Kompetensi sosial.

Pendidik meliputi pendidik pada TK/RA, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, SDLB/SMPLB/SMALB, SMK/MAK, satuan pendidikan Paket A, Paket B dan Paket C, dan pendidik pada lembaga kursus dan pelatihan.

Tenaga kependidikan meliputi kepala sekolah/madrasah, pengawas satuan pendidikan, tenaga administrasi, tenaga perpustakaan, tenaga laboratorium, teknisi, pengelola kelompok belajar, pamong belajar, dan tenaga kebersihan.

Berikut ini, Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia yang berkaitan dengan Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan.
· Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No 12 Tahun 2007 tentang Standar Pengawas Sekolah/Madrasah.
· Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah.
· Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru.
· Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No 24 Tahun 2008 tentang Standar Tenaga Administrasi Sekolah.
· Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No 25 Tahun 2008 tentang Standar Tenaga Perpustakaan Sekolah/Madrasah.
· Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No 27 Tahun 2008 tentang Standar Kulifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor.

· Standar Sarana dan Prasarana
Setiap satuan pendidikan wajib memiliki sarana yang meliputi perabot, peralatan pendidikan, media pendidikan, buku dan sumber belajar lainnya, bahan habis pakai, serta perlengkapan lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan.

Setiap satuan pendidikan wajib memiliki prasarana yang meliputi lahan, ruang kelas, ruang pimpinan satuan pendidikan, ruang pendidik, ruang tata usaha, ruang perpustakaan, ruang laboratorium, ruang bengkel kerja, ruang unit produksi, ruang kantin, instalasi daya dan jasa, tempat berolahraga, tempat beribadah, tempat bermain, tempat berkreasi, dan ruang/tempat lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan.

Berikut ini, Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia yang berkaitan dengan Standar Sarana dan Prasarana.
· Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No 24 Tahun 2007 tentang Standar Sarana dan Prasarana untuk Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI), Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs), dan Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA).
· Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No 40 Tahun 2008 tentang Standar Sarana Prasarana untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK).

· Standar Pengelolaan
Standar Pengelolaan terdiri dari 3 (tiga) bagian, yakni standar pengelolaan oleh satuan pendidikan, standar pengelolaan oleh Pemerintah Daerah dan standar pengelolaan oleh Pemerintah.

Berikut ini, Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia yang berkaitan dengan Standar Pengelolaan.
· Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan oleh Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.


· Standar Pembiayaan Pendidikan
Standar Pembiayaan Pendidikan
Pembiayaan pendidikan terdiri atas biaya investasi, biaya operasi, dan biaya personal.

Biaya investasi satuan pendidikan sebagaimana dimaksud di atas meliputi biaya penyediaan sarana dan prasarana, pengembangan sumberdaya manusia, dan modal kerja tetap.

Biaya personal sebagaimana dimaksud pada di atas meliputi biaya pendidikan yang harus dikeluarkan oleh peserta didik untuk bisa mengikuti proses pembelajaran secara teratur dan berkelanjutan.

Biaya operasi satuan pendidikan sebagaimana dimaksud di atas meliputi:
· Gaji pendidik dan tenaga kependidikan serta segala tunjangan yang melekat pada gaji,
· Bahan atau peralatan pendidikan habis pakai, dan
· Biaya operasi pendidikan tak langsung berupa daya, air, jasa telekomunikasi, pemeliharaan sarana dan prasarana, uang lembur, transportasi, konsumsi, pajak, asuransi, dan lain sebagainya.


· Standar Penilaian Pendidikan
Penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas:
· Penilaian hasil belajar oleh pendidik;
· Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan; dan
· Penilaian hasil belajar oleh Pemerintah.

Penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan tinggi terdiri atas:
· Penilaian hasil belajar oleh pendidik; dan
· Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan tinggi.

Penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan tinggi sebagaimana dimaksud di atas diatur oleh masing-masing perguruan tinggi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Berikut ini, Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia yang berkaitan dengan Standar Penilaian Pendidikan.
· Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan.

Fungsi dan Tujuan Standar
· Standar Nasional Pendidikan berfungsi sebagai dasar dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pendidikan dalam rangka mewujudkan pendidikan nasional yang bermutu
· Standar Nasional Pendidikan bertujuan menjamin mutu pendidikan nasional dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat.
· Standar Nasional Pendidikan disempurnakan secara terencana, terarah, dan berkelanjutan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional, dan global.

Monday, January 19, 2009

KlikSaya.com PPC Indonesia.


Peserta Kontes Menulis KlikSaya.Com Periode 2
Pada umunya semua orang membutuhkan uang, dan didalam dunia maya (DuniaCyber/Internet?Virtual) untuk mencari uang adalah sangat mudah. Hanya dengan membuat sebuah blog atau website, kita sudah bisa meraup uang dari penerbit iklan. Dan setelah anda membuat blog atau sebuah website, atau anda sudah memilikinya 2 sekaligus ada bagusnya dan pasti menguntungkan anda, kini bergabunglah
diKlikSaya.com


Apa itu Kliksaya.com ? Kliksaya.com adalah sebuah Pasar Iklan Online Indonesia. Pasar Iklan Online? Ya.. sebuah tempat yang berbasic Iklan, jika anda adalah seorang pemasang iklan anda cocok dan akan mendapatkan keuntungan bila memasangkan iklan anda untuk dipublikasi lewat KlikSaya.com selain iklan anda akan dibaca banyak orang, anda akan mendapatkan keuntungan dan anda juga memberikan keuntungan kepada banyak orang juga.

Dan Jika anda adalah seorang blogger, memiliki website atau blog. Bergabung di KlikSaya.com sebagai publisher atau penerbit iklan anda akan mendapatkan uang dari Space widget yang anda sediakan sebagai tempat iklan itu di perlihatkan pada halaman web atau blog anda.

Bagaimana cara pembayarannya dan bagaimana anda mendapatkan uang ? Cukup anda hanya meng-copy/paste kode script yg diberikan oleh KlikSaya.com Dan anda akan mendapatkan uang setiap kali ada pengunjung web atau blog anda yang meng-klik iklan yang anda pasang di blog/website anda tadi. Dan istilah ini dikenal dengan PPC atau Pay Per Click yang artinya anda akan memperoleh uang setiap iklan itu diklik oleh pengunjung blog/website anda.

Contohnya:

Setelah anda mendaftar di KlikSaya.com anda akan mendapatkan pesan seperti dibawah ini.

Copy kode dibawah ini ke Situs Anda

Berikut adalah kode dalam javascript untuk ditaruh dalam situs Anda.



Anda akan diberitahukan apabila ada orang yang hendak memasang iklan pada situs Anda. Apabila Anda tidak mengaktifkan opsi Auto-Aprove, maka Anda harus login dan memilih untuk menerima atau menolak iklan tersebut.

Hanya dengan meng-copy kode diatas dan menempatkan [ paste ] di blog anda.

Caranya :


Copy kode yang anda dapatkan, seperti kode di atas ! Lalu Login kedalam blog anda, kemudian klik TataLetak, kemudian klik Element Halaman lalu klik Tambah Gadget lalu pilih HTML/Javascript dan Paste-kan di dalam widget tadi. Kemudian simpan dan lihat perubahan pada blog/website anda. Akan terlihat seperti gambar di bawah ini.


Bandku Ada, Bandku Berkarya,Bandku ! DeOKs Band Nyata


DeOKs Band?? Belum pernah dengarkan!! DeOks Band adalah Band yang berasal dari kota Pematang Siantar, Sumatera Utara yang belum ada apa2nya didunia Musik Tanah Air kita dan di kota Pematang Siantar itu sendiri.. (hahaha...) Band Ini adalah band pemula dan pemainnya juga belum punya skill yang mencukupi untuk dipublikasikan.. maklumlah semuanya baru aja kenal musik dan tiba2 aja hobi musik itu datang hingga terbentuklah band yang satu ini. Tapi, Band ini tak kenal lelah untuk tetap berkarya menghasilkan lagu2 yang bisa menyentuh hati seseorang dan memotivasi orang lain untuk menjadi diri sendiri. Dengan motto " Biar Tak Terkenal, Tapi tetap Berkarya "

Kenal lebih dekat ama personilnya yuk !



1. VOKALIST-nya : Darma
2. DRUMER-nya : Daniel
3. BASIST-nya : Dedi
4. RHYTEM-nya : Apri
5. RHYTEM-nya : Nandos

Band ini terbentuk gak pake tanggal alias gak ingat kapan terbentuknya, tapi seingatku band ini mulai main di studio musik (nyewa pula) udah dari sejak dulu tahun 2004 dan anehnya band yang satu ini belum siap untuk mengikuti perlombaan atau festival musik.. maklumlah dalam perlombaan atau festival itu membutuhkan uang untuk pendaftaran dan band ini adalah band susah yang tak bermodal.. sehingga lagu yang diciptakan tak bisa dipublikasikan. Atau diikutkan dalam festival tadi.

Untuk itu, jika kalian punya band jangan ragu2 deh.. untuk menciptakan lagu dan bermain musik.. tapi jangan berharap langsung terkenal atau jadi populer ya... karena musik itu adalah sebagai dari hidup kita.. dan musik itu bisa jadi ladang pecaharian uang dan bila belum terkenal2 juga jangan mengeluh dan menyerah.. terus aja berkarya karena tidak semua musik itu untuk dijual.. intinya nikmati aja dulu dan jalani aja apa adanya karena musik universal milik semua orang. Dan bila saatnya nanti bandmu terkenal, jangan cepat puas ya..

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...