Custom Search

Thursday, December 18, 2008

Saat kita diBantu dan Saat kita membantu.

Baca Juga


Sebuah senyuman manis terlintas begitu saja, ketika dia dibentak dan dicaci-maki oleh teman2, dan saudara2nya karena sebuah masalah kecil, hanya karena dia menolong dengan memberikan seluruh uang yang saat itu ada disaku celananya.. maklumlah di dalam dompetnya hanya ada KTP, SIM dan Uang kertas Rp.100 , Rp.500, dan Rp.5000, Rp. 10000 yang notabene tak beredar lagi. Dia hanya mengkoleksi uang kertas itu. Dan uang itu diberikankan kepada seorang anak kecil yang terlantar dan jauh dari orangtua.. katanya sih dia adalah seorang anak yang ditinggalkan orangtuanya saat merantau. Dan dia hanya bisa menangis saat ditanya " Orangtua kamu dimana ??" Sungguh malang yah ? Tapi lebih malang temanku tadi.. saat dia bercerita.. teman2 dan saudaranya hanya mencaci, mengolok2 dia.. "BODOH, TOLOL.. kenapa kau berikan uangmu semuanya ??" "Mestinya kau berikan hanya 1/2 atau sedikit aja dari duitmu tadi.." Kan kau tak kenal dengan orang itu.. bisa saja anak itu adalah seorang anak yang disuruh orangtuanya mengemis!!

Hmm... Apakah teman2 dan saudara2nya itu tak memiliki mata hati ?? Dan rasa tolerasi hingga tega mencaci dan membentak orang yang t'lah menolong! anak kecil yang benar2 membutuhkan pertolongan ?? Sepertinya hal ini sering terjadi dikota-kota besar.. karena orang2 disana menilai uang itu adalah segala-galanya.. dengan alasan tanpa uang tak bisa makan.

Uang itu hanya sebuah pelengkap batin dan bukan segala-galanya. Uang itu pastikan datang pada kita.. asalkan kita sabar dan menunggu dan bekerja keras. Karena aku tau, bahwa masih banyak orang2 yang mau membantu sesamanya tanpa harus memperkerjakan kita. Istilahnya tak bekerjapun kita bisa menghasilkan uang.. dengan syarat kita bisa memberikan sedikit ilmu yang kita miliki. Tapi kalau hanya modal dengkul.. dan berjalan mondar-mandir dan diam ditempat. Uang itu takkan kita temukan.

Contohnya aku walaupun dengan ilmu yang pas-pasan dan hanya tamatan SMA.. dengan ilmu yang pas-pas itu, aku masih mau menolong orang yang sedang risau dan gundah gulana memikirkan pacar dan sekolahnya. Aku masih mau mendengarkan seluruh ceritanya, dan memberikan beberapa masukan! Walaupun mungkin bagi dia masukkanku itu tidak berarti banyak utknya. Tapi menurutku, disitu aku sudah menolong dia. Dan tidak mengharapkan imbalan sama-sekali.

Dan dari cerita2 kecil diatas intinya adalah syukurilah akan apa yang kau miliki dan jangan ragu memberikan pertolongan pada orang lain, walaupun itu adalah bantuan yang amat sangat kecil. Dan jangan engkau terlalu besar hati dan sombong ketika engkau memberikan bantuan itu. Dan yakinlah suatu saat engkau pasti akan ditolong orang.. dan ada juga saatnya engkau menolong.